Senin, 22 Juni 2009

REGENERASI PERMUDAAN TINGKAT SEMAI REPONG DAMAR KRUI LAMPUNG BARAT




Universitas Lampung

http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144

GUNARDI DJOKO WINARNO
Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Unila
ABSTRAK
Pada repong damar, hutan akan dikendalikan manusia untuk tetap didominasi oleh pohon
damar. Saat kondisi repong damar produktif terealisasi masyarakat akan terus
mempertahankannya sampai pohon tersebut tua, mati atau tidak menghasilkan getah damar.
Bila pohon tersebut tumbang, biasanya akan diganti dengan bibit yang sama atau lain jenis
secara sengaja atau alami. Regenerasi permudaan tingkat semai inilah yang akan menentukan
masa depan repong damar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis regenerasi permudaan repong damar dan
pengelolaannya pada tingkat semai.
Metode penelitian ini dengan menggunakan transek berbentuk bujur sangkar berukuran 20 x
20 m. Petak ukur berada pada Petak Permanen Hubert de Foresta di Pekon Pahmungan dan
Gunung Kemala.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa regenerasi permudaan tingkat semai didominasi oleh
bayur, duku, sepat, damar dan kuau dengan INP masing-masing sebesar 41,49 %; 15,38 % ;
14,45 % ; 14,01 % dan 13,37 %. Nilai H’ menujukkan angka 2,49 yang menunjukkan bahwa
ekosistem repong damar memiliki keanekaragaman katagori sedang. Pada tingkat semai di
repong damar memiliki indeks kemerataan sebesar 0,66 dan tergolong sedang.
Repong damar dikelola berdasarkan keinginan pemiliknya meskipun para pemilik lahan
tersebut tergabung dalam satu kelompok tani. Masyarakat repong damar melakukan
penanaman pengganti (sulaman) bila pohon tua tidak berproduksi damar atau sudah mati.
Tanaman permudaan ini di lapangan dapat mudah dikenali dengan adanya tanaman puring
disebelahnya. Pengelolaan permudaan tingkat semai yang dilakukan oleh petani adalah dalam
rangka pelestarian tanaman damar dan tanaman buah-buahan lainnya yang merupakan sumber
pendapatan bagi mereka.
Kata Kunci : Regenerasi, tingkat semai.